Kamis, 20 Desember 2012

Cerita tentang tempat-tempat yang dianggap angker di Desa Banyuadem

Berikut ini bukan bermaksud menakut-nakuti (bagi yang penakut), melainkan hanya sharing mengenai tempat-tempat yang disana pernah ada kejadian/penampakan makhluk halus. Dan inipun hanya dari cerita dari orang yang pernah mengalami dan melihatnya.

1.  Makam Dusun Banyuadem
Makam ini terletak di tepi jalan yang menghubungkan dusun Banyuadem menuju dusun Kedawung desa Ngablak, tepatnya persis disebelah utara dusun Banyuadem. Dulu sekitar tahun 80an disuatu malam ada penjual bakso keliling bernama Pak Saeno, terkenal karena kelezatan baksonya. Suatu malam dia seperti biasa keliling untuk menjajakan baksonya, disaat melintas di depan kuburan dusun Banyuadem dia melihat disitu ada pertunjukan (Pak Saeno tidak sadar bahwa tempat itu adalah kuburan) yang sangat ramai pengunjung, hiburan yang disuguhkan meriah, lampu kencar-kencar berwarna-warni, dia pun belok dan masuk ke halaman pertunjukan tersebut dan menggelar dagangannya. Tak lama kemudian dagangannyapun habis dengan cepat, pembelinya tak henti-hentinya antre untuk menikmati baksonya, Namun ketika dagangannya habis... tiba-tiba seluruh lampu padam, pertunjukan yang ramai pun tiba-tiba menghilang dari pandangan, suara yang ramai tiba-tiba sunyi, Pak Saeno hanya terdiam sambil melihat disekeliling, samar-samar dia melihat batu-batu nisan, cungkuk. Dengan gemetaran dia berusaha untuk mendorong gerobaknya, namun apa daya dia tidak bisa keluar dari kuburan, karena terhalang batu-batu nisan. Akhirnya diapun lari meminta pertolongan warga sekitar.

2.Nggrujugan di selatan dusun Trolikan
Letaknya di selatan jalan raya Trolikan sekitar 40 meter, Nggrujugan, karena ditempat tersebut adalah sumber air (tuk) kemudian mengalir dan membentuk air terjun. Disitu dihuni makhluk halus, karena tempatnya memang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk. Banyak orang yang telah melihat penampakan di grujugan tersebut, seperti cahaya/sinar yang terang sekali, ada juga berbentuk ikan dalam jumlah yang sangat banyak, namun tidak pernah bisa di ambil, baik di pancing ataupun di strum maupun di obat. Pernah ada yang berhasil mengambil ikan di grujugan tersebut, namun ikan tersebut tidak bisa mati, walau sudah di goreng ikan tersebut masih hidup dan akhirnya ikan tersebut di kembalikan ke Grujugan tersebut.

3.  Udal Kali Sedu
Udal Kali Sedu letaknya dekat dengan perbatasan Desa Banyuadem dan Kradenan, di situ terdapat Udal/tuk/sumber air yang kemudian oleh pernduduk Trolikan di alirkan dengan pancuran untuk mandi. 
Pada suatu sore, ada penderes/pengambil air nira kelapa bernama Jazuli, karena kalau menuju persawahannya harus melewati daerah tersebut. Waktu itu pas Magrib, Jazuli melintas di Kali Sedu tersebut, tiba-tiba dia melihat penampakan seorang gadis sedang mandi di pancuran Kali Sedu, setelah diamati ternyata gadis tersebut seperti melayang-layang dan dalam kejapan mata gadis itupun menghilang.

4. Banyusemurup
Banyusemurup adalah tempat di sungai Gremeng di dusun Trolikan, tepatnya di sudut dusun. Untuk menuju tempat ini sangat mudah, karena letaknya di tepi jalan penghubung dusun Trolikan dan dusun Gambrengan atau tepatnya di selatan jembatan dari arah Desa Srumbung.
Dinamakan Banyusemurup karena banyu (air) menyurup/melewati gorong-gorong alam. Gorong-gorong alam ini terbentuk secara alami melalui peristiwa endapan banjir lahar yang kemudian mengeras/membatu. Namun karena secara terus menerus dihantam air lama-lama endapan itu bolong hingga membentuk gorong-gorong. Secara umum batuan disini termasuk batuan konglomerat.
banyusemurup di sungai Gremeng

Ditempat inilah sering ada penampakan seperti genderuwo, wewe gombel, benda berbentuk bola yang memancarkan sinar. Bahkan dulu sebelum listrik masuk dusun ini sering ada kendaraan melintas ditempat ini macet kalau tidak membunyikan klakson.

5.  Dusun Ganden

Ada penampakan hantu di siang hari terjadi pada waktu pengambilan gambar untuk perencanaan pembangunan jalan desa di wilayah dusun Ganden. Pada mulanya si pengambil gambar belum menyadari bahwa ada hantu yang ikut terekam di kameranya. Diketahuinya setelah beberapa bulan kemudian, setelah gambar tersebut akan digunakan untuk bahan pelaporan, secara tidak sengaja teramati ada sesuatu yang aneh dalam gambar tersebut. Menurut si pengambil gambar pada waktu pemotretan tidak ada orang yang lewat di jalan tersebut, sehingga disimpulkan bahwa yang nampak dalam gambar adalah hantu. Berikut ini fotonya.

Penampakan hantu di siang hari di Dusun Ganden



Demikian cerita tempat-tempat angker di Desa Banyuadem, lain kali disambung lagi.

Rabu, 19 Desember 2012

Geliat Produksi Gula Jawa di Desa Banyuadem

Gula Jawa atau Gula Merah dihasilkan dari Nira atau dalam bahasa jawa Badek, diambil dari bunga pohon kelapa (Manggar) dengan cara memotong ujung Manggar lalu cairan akan keluar dari Manggar yang dipotong (dideres). Cairan tersebut yang kemudian disebut Nira. Nira-Nira tersebut di kumpulkan menggunakan bumbung dalam waktu satu hari, biasanya Penderes Nira dalam satu hari satu malam memanjat pohon kelapa untuk mengambil Nira sebanyak dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari.

Setelah terkumpul Nira tersebut kemudian diolah dengan cara di rebus sampai mengental, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung banyak sedikitnya Nira. Setelah mengental kemudian di titis dicetak menggunakan tempurung kelapa dan siap untuk dijual. 

Nira juga dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu, rasanya manis menyegarkan. Konon Nira juga sebagai obat radang tenggorokan, biasanya yang manjur sebagai obat adalah Nira yang diambil di pagi hari.

Di setiap dusun di Desa Banyuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang memproduksi gula jawa ini, hasilnya lumayan untuk membantu pemasukan keluarga. Selama ini gula jawa di jual ke pedagang di pasar, namun ada juga yang di jual ke pengepul. Harga gula jawa ini bisa mencapai harga 14 - 16 ribu rupiah per kilogramnya

Berikut urutan dusun-dusun di Desa Banyuadem penghasil Gula Jawa berdasarkan penghasil terbanyak:
1. Dusun Gambrengan
2. Dusun Cungkup
3. Dusun Trolikan
4. Dusun Ganden
5. Dusun Dadapwangi Bakalan
6. Dusun Suruh




Selasa, 18 Desember 2012

Dua sungai di Desa Banyuadem pernah dilewati banjir lahar dingin

Sungai Batang dan Sungai Gremeng adalah dua sungai yang pernah dilewati banjir lahar dingin, Sungai Gremeng terletak di sebelah barat Desa Banyuadem tepatnya melintas di Dusun Gambrengan dan Dusun Trolikan sementara Sungai Batang berada di sebelah timur Desa Banyuadem yaitu di Dusun Suruh dan Dusun Bakalan.

SUNGAI GREMENG
Disekitar tahun 1970an banjir lahar dingin di Sungai Putih pernah melimpas dan berbelok arah di Dusun Cabe Desa Srumbung, aliran limpasan terus ke arah timur tenggara dan masuk sungai Gremeng di sebelah utara Dusun Gambrengan. Material pasir dan batu-batuan sebagian berhenti di Dusun Gambrengan sebelah utara dan sisanya terus mengalir ke selatan melewati Sungai Gremeng yang berada sebelah barat Dusun Trolikan. Selain material lahar dingin, banyak pepohonan juga ikut hanyut terbawa banjir, bahkan kayu-kayu meubel milik warga Dusun Cabe juga banyak yang ikut hanyut. Banjir lahar dingin di sungai Gremeng yang merupakan limpasan dari sungai Putih berhenti di tapal batas Desa Banyuadem dan Desa Kradenan, tepatya di pertigaan Barakan yaitu pertigaan yang merupakan percabangan jalan menuju ke Pasar Srumbung dan ke Desa Kradenan. Kalau dilihat bekas-bekasnya disepanjang sungai Gremeng kontruksi tanahnya banyak terkandung batu cadas curi, seperti beton keras, campuran antara lava dan batu-batu kecil, menandakan pada proses pembentukan sungai merupakan daerah aliran lahar dingin. Bahkan di sudut dusun Trolikan terdapat batu cadas curi yang membentuk seperti gorong-gorong, aliran airnya sampai saat ini lewat di bawah batu cadas tersebut secara semurup, sehingga daerah tersebut terkenal dengan nama Banyusemurup.

SUNGAI BATANG
Alur sungai batang sebenarnya merupakan sub sungai Bebeng, namun seiring perjalanan morfologi sungai, hulu sungai Batang lambat laun mengalami sedimentasi sehingga menjadi tertutup. Namun menurut cerita orang-orang tua di Desa Banyuadem, dulunya Sungai Batang pernah teraliri banjir lahar dingin yang cukup besar, hal itu terjadi ketika aliran sungai Batang beralih ke sebelah barat Dusun Bakalan yang sebelumnya sungai batang berada di sebelah timur Dusun Bakalan. Beralihnya aliran sungaipun punya cerita tersendiri, konon ada orang sakti yang memang sengaja membelokkan sungai karena untuk melindungi lahan persawahan orang tersebut. Sampai saat ini pun orang kadang bertanya kenapa Dusun Bakalan berada di sebelah timur sungai Batang tetapi masuk ke wilayah Desa Banyuadem bukan masuk wilayah Desa Jerukagung.
Di tahun 2010 Sungai Batang kembali teraliri banjir lahar dingin, namun bukan dari sungai Bebeng melainkan limpasan dari Sungai Putih yang berada di DAM PUD2 yang terletak si sebelah utara Dusun Jengglik Desa Ngablak. Ada sebanyak 2 petak sawah di Dusun Suruh yang ikut hanyut terkena terjangan banjir lahar dingin erupsi Merapi 2010, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Mungkin begitulah cerita banjir lahar dingin yang pernah menerjang sebagian Wilayah Desa Banyuadem.

Rabu, 12 Desember 2012

Harga Salak Pondoh Mulai Merangkak Naik


 Seperti di tahun-tahun lalu apabila pada bulan November - Desember merupakan bulan panen untuk buah salak, hal ini dikarenakan pada bulan tersebut merupakan musim penghujan sehingga bagus untuk pertumbuhan buah. Namun karena pada bulan-bulan tersebut tidak hanya buah salak saja yang pertumbuhannya bagus, namun buah-buah lain seperti mangga juga sedang banyak-banyaknya sehingga harga salak cenderung turun.
Pada tahun ini harga salak pondoh di Desa Banyuadem mencapai titik terendah Rp. 1.500,-/kg terjadi pada awal bulan Desember 2012. Minggu kedua harga salak sudah mulai naik, mencapai Rp. 2.250,-/kg. Harga tersebut adalah harga dari petani dan akan terus naik hingga mencapai titik tertinggi salak pondoh pada kisaran Rp. 4.000,- hingga Rp. 5.000,- /kg,